Brickfields

Brickfields berarti banyak hal untuk banyak orang: pecahan budaya India yang terpusat; deretan berbagai rumah ibadah yang membingungkan; pusat pemijatan oleh orang buta, persimpangan semua penglaju dari berbagai penjuru negara; studi yang sempurna tentang kontras. Bagaimana pun Anda mendefinisikannya, satu hal yang disetujui bersama: Brickfields adalah komunitas yang bersemangat dengan jiwanya tersendiri.

Brickfields awalnya adalah pusat pembuatan batu bata di akhir abad 19, setelah kebakaran dan banjir besar melanda Kuala Lumpur tahun 1881. Bencana ganda itu secara bergantian menghancurkan bangunan kota yang terbuat dari kayu dan jerami. Sir Frank Swettenham, residen Inggris saat itu, menanggapi hal ini dengan memerintahkan penggunaan bata dan tegel dalam konstruksi bangunan, dan menjadikan perwujudan hal ini sebagai tujuan kota.

Area ini tak lama kemudian dibangun sebagai depot lokomotif utama untuk Malayan Railway selama masa pemerintahan kolonial. Pemandangan, suara dan warna Asia Selatan mulai mewarnai Brickfields seiring dengan tenaga kerja yang dibawa masuk untuk mengerjakan rel dan depot, yang sejak saat itu diubah menjadi KL Sentral, hub transportasi negara.

Sekarang, daerah pemerintahan lama (The Hundred Quarters, dibangun tahun 1905) masih dapat ditemukan di sekitar Jalan Rozario. Jika Anda menyusuri jalan dan gang di sana, wangi kari akan menggoda orang yang lewat dan lagu India populer berkumandang dari toko milik keluarga yang kelihatannya selalu buka sepanjang hari.

Tahun 2009, Little India dipindahkan dari area sekitar Jalan Masjid India ke Brickfields, untuk mengakui status daerah ini sebagai salah satu perintis pemukiman India di Kuala Lumpur, dan potensinya untuk dikembangkan selanjutnya menjadi pusat budaya India.

Kunjungi Vivekananda Ashram (1904), yang masih digunakan sebagai kelas pendidikan spiritual, pertemuan doa, dan yoga. Temple of Fine Arts (TFA) terletak dekat dengan sungai sepanjang Jalan Berhala. Restoran India Selatan yang terkenal, Annalakshmi, berada di dalam gedung TFA.

Daya tarik wisata menarik lainnya adalah Sri Lankan Hindu Temple, Sri Kandaswamy Temple di Jalan Scott, dan Buddhist Temple Maha Vihara. Gereja Lutheran Zion (1924), Gereja Ortodoks Siria St. Maria dan Gereja Rosario Suci (1903) serta Madrasathul Gouthiyyah Surau,masjid yang dibangun tahun 1980an dan melayani hampir semua Muslim India; dapat ditemukan di daerah ini.

Daya tarik wisata ini dapat dikunjungi dengan mengikuti Brickfields Guided Walking Tour, yang diadakan setiap Sabtu pertama dan ketiga, mulai pukul 09.30 dari YMCA. Dijalankan oleh Balai Kota Kuala Lumpur, sejarah Brickfields yang menarik dijelaskan secara rinci selama berjalan kaki.

Pergi Ke Sana

Monorel
Naik Monorail KL dan berhenti di stasiun Tun Sambanthan.


Light Rapid Transit (LRT)
Ambil jalur Kelana Jaya dan turun di stasiun KL Sentral.


Kereta Api
• KTM Komuter: berhenti di stasiun KL Sentral.
• Express Rail Link (ERL): berhenti di stasiun KL Sentral.


Bus
• Banyak bus RapidKL yang melewati Brickfields. Buka situs RapidKL http://www.myrapid.com.my/ untuk rinciannya.
• KL Hop-on Hop-off: Berhenti di Little India, Brickfields (stasiun 11A). Buka situs KL Hop-on Hop-off (http://www.myhoponhopoff.com/ ) untuk rinciannya.

Kontak

Tourism Unit @ Kuala Lumpur City Hall

Alamat :
Level 14, DBKL Tower 3, Bandar Wawasan, Jalan Raja Abdullah, 50300 Kuala Lumpur, Malaysia

Telepon : +603-2617 6273
Faks: +603-2698 3819
Email: noraza@dbkl.gov.my
Kunjungi situs web

Recommended Travel Packages
More Packages

Room Rate

Rooms

Tempat Untuk Tetap

Disclaimer Tourism Malaysia does not warrant the accuracy, completeness and usefulness of the information provided herein inclusive but not limited to resorts and hotels. The Users shall not be entitled to claim detrimental reliance on any information, products, statements provided or expressed or to claim that there is a duty on the part of Tourism Malaysia to update materials provided here by EXPEDIA.