Lihat Peta
Saat para imigran pertama dari propinsi Hokkian di China tiba di Penang, salah satu hal pertama yang mereka lakukan adalah membangun salah satu rumah marga yang termegah di Penang. Pembangunan rumah marga ini dimulai sejak 1890-an, dan menghasilkan sebuah rumah megah bagai istana yang konon menandingi milik Kaisar China. Alkisah, kemewahan ini menyebabkan kemarahan para Dewa dan pada malam pertama penyelesaian rumah marga ini, terjadi kebakaran yang tak dapat dijelaskan dan menghancurkan seluruh rumah! Baru pada tahun 1902 akhirnya rumah marga yang sekarang ini mulai dibangun kembali.

Sebagai satu dari lima rumah marga yang masih ada di Georgetown, rumah marga Khoo Kongsi sangatlah mirip dengan sebuah desa marga kecil. Rumah marga inipun merupakan yang termegah di Penang, dan memiliki pilar-pilar tinggi yang menyangga atapnya yang melengkung lembut dan bergenting merah, dengan hiasan atap berupa ukiran naga, merak, dan aneka hewan mitos lain, serta berbagai adegan dari legenda China yang populer.

Rumah marga ini juga mempunyai halaman megah yang dihiasi dengan ukiran yang rumit dan indah, dan dengan pilar-pilar berornamen yang konon diukir oleh para pengrajin dari China. Rumah marga Hokkian lain yang terkenal di Penang adalah Cheah Kongsi, Yeah Kongsi, Lim Kongsi dan Tan Kongsi.

Pergi Ke Sana

Dengan Berjalan Kaki atau Taksi
Terdapat dua pintu masuk ke Khoo Kongsi. Satu berada di Jalan Masjid Kapitan Kling (Lebuh Pitt), yaitu antara jalan Armenian Street dengan Lebuh Aceh. Pintu masuk kedua ada di Lebuh Pantai, juga antara jalan Armenian Street dengan Lebuh Aceh.

Kontak

For more information, please visit

Kunjungi situs web

Recommended Travel Packages
More Packages

Room Rate

Rooms

Tempat Untuk Tetap

Disclaimer Tourism Malaysia does not warrant the accuracy, completeness and usefulness of the information provided herein inclusive but not limited to resorts and hotels. The Users shall not be entitled to claim detrimental reliance on any information, products, statements provided or expressed or to claim that there is a duty on the part of Tourism Malaysia to update materials provided here by EXPEDIA.