<

Taman Nasional Bako, Sarawak

Taman negara tertua di Sarawak ini didirikan pada tahun 1957, mencakup lahan seluas 27 km persegi, dan berjarak sekitar 37km dari Kuching. Taman ini terkenal atas pemandangan alamnya yang luar biasa, serta keunikan habitat, tanaman dan margasatwanya.

Yang paling signifikan di sini adalah teluknya yang terpencil dan tanjung berbatu dengan tebing curam yang memukau, memandang ke arah Laut China Selatan.

Hempasan air laut, ombak dan angin juga mengukir lengkungan dan tumpukan karang laut yang menawan di dasar tebing, beberapa di antaranya menjorok ke atas gelombang bagai kepala ular yang perkasa.

Formasi batuan pasir ini tampak berwarna jingga akibat pola besi di tebing. Di bagian daratan, air terjun mencebur ke danau air tawar dengan latar belakang hutan yang hening.

Bako memiliki variasi spesies tanaman dan vegetasi yang luar biasa, dan ini merupakan salah satu atraksi terbesar taman ini. Di Bako, Anda dapat melihat hampir semua jenis vegetasi yang terdapat di Borneo.

Bako juga dihuni oleh sekitar 275 kera bekantan (proboscis ) yang langka, dan hanya terdapat di Borneo. Waktu terbaik untuk melihat margasatwa Bako adalah selepas fajar dan sesaat sebelum senja, ketika para hewan sedang aktif. Bako juga merupakan tempat yang seru untuk mengamati burung, karena lebih dari 150 spesies tercatat ada di sini.

Sistem jalan hutan yang ekstensif dalam Bako terdiri dari 16 jalur jalan kaki berkode warna, yang menawarkan berbagai pilihan jalan kaki dan hiking. Mereka yang bugar dan berjiwa petualang dapat memilih jalan lintas hutan sehari penuh atau bermalam di kawasan perkemahan, sedangkan mereka yang ingin rileks dapat berjalan santai di dalam hutan.
Lihat Peta